Pdt. Paulus Pujianto, M.Th | Ibadah Raya | Minggu, 26 Juli 2020
Ayat Bacaan : Matius 21 : 23-32 (TJB)
23 Lalu Yesus masuk ke Bait Allah, dan ketika Ia mengajar di situ, datanglah imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi kepada-Nya, dan bertanya: “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?”
24 Jawab Yesus kepada mereka: “Aku juga akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu dan jikalau kamu memberi jawabnya kepada-Ku, Aku akan mengatakan juga kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.
25 Dari manakah baptisan Yohanes? Dari sorga atau dari manusia?” Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: “Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata kepada kita: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya?
26 Tetapi jikalau kita katakan: Dari manusia, kita takut kepada orang banyak, sebab semua orang menganggap Yohanes ini nabi.”
27 Lalu mereka menjawab Yesus: “Kami tidak tahu.” Dan Yesus pun berkata kepada mereka: “Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.”
28 “Tetapi apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur.
29 Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi.
30 Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga.
31 Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?” Jawab mereka: “Yang terakhir.” Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah.
32 Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya.”
Latar Belakang
- Pertanyaan tentang Kuasa Yesus (Matius 21 : 23-27)
- Perumpaan tentang dua orang anak (Matius 21 : 28-32)
Para imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi:
- Ingin mencari aman.
- Menghadapi dilema, karena tidak menjadi pelaku kebenaran Allah.
- Tidak memikirkan apa yang Allah kehendaki.
- Membangun kebenarannya sendiri (Roma 10:3), punya konsep kebenaran sendiri yang tidak dilandasi dari kebenaran Allah.
- Bebal hati; tahu yang benar, tapi tidak menjadi pelaku kebenaran.
- Tidak mampu melihat kesalahan mereka sendiri, melainkan cenderung mencari-cari kesalahan orang lain.
Ciri-ciri orang yang tidak menjadi pelaku kebenaran:
- Hidup dalam dilema. Cari aman sendiri.
- Hidup munafik, tidak berintegritas.
- Tidak mendapatkan apa-apa dari Tuhan.
Perumpamaan dua orang anak
- Menyatakan betapa pentingnya berbuat apa yang baik dari pada sekedar mengatakan apa yang baik.
- Pribadi yang diinginkan Tuhan bukan orang-orang yang sekedar mendengarkan, memperkatakan, dan setuju firman Tuhan, melainkan yang melakukan kebenaran firman.
- Penting taat pada perintah dan bukan pada jenis pekerjaannya. Ketaatan yang mutlak.
21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
Matius 7:21 (TJB)
Hanya orang yang melakukan kehendak Bapa di Sorga saja yang berhak masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Waspadalah terhadap:
- Kebiasaan hidup berbasa-basi secara rohani (Matius 21:29)
- Hati menjadi baal; tidak ada pertobatan yang nyata (Matius 21:32)
Jika tidak waspada, maka akibatnya:
- Iman dan kerohanian tidak bertumbuh.
- Terjadi kemerosotan rohani dan kejatuhan hidup.
Kebenaran firman Tuhan yang didengarkan ini haruslah dimengerti dan dipahami serta dilakukan! Tuhan Yesus memberkati!
