Pdt. Paulus Pujianto, M.Th | Ibadah Raya | Minggu, 16 Februari 2020
Hakikat Kasih yang Sebenarnya
- Bukan Sekadar Peringatan: Kasih (seperti esensi perayaan Valentine) bukanlah peristiwa masa lalu yang sekadar diperingati, melainkan sesuatu yang harus dihidupi dan dipraktikkan setiap hari.
- Tingkatan Tertinggi: Berdasarkan 1 Korintus 13:13, di antara iman, pengharapan, dan kasih, yang paling besar dan utama adalah kasih.
1 Korintus 13:13 (TJB)
Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.
Mengapa Kasih adalah yang Terbesar?
- Tanpa Kasih, Semua Sia-sia: Segala bentuk karunia, kemampuan berbahasa roh/malaikat, ilmu pengetahuan, pelayanan, bahkan pengorbanan ekstrem tidak akan berguna dan mendatangkan faedah jika tidak didasari oleh kasih.
- Kasih Tidak Berkesudahan: Berbeda dengan nubuat, bahasa roh, dan pengetahuan yang bisa lenyap atau berakhir, kasih sejati tidak memiliki masa kedaluwarsa (expire).
- Melakukan Hal yang Tidak Realistis: Kasih memampukan manusia melakukan hal-hal di luar logika atau ego manusia, seperti mengampuni musuh, membalas kejahatan dengan kebaikan, dan merendahkan diri demi orang lain.
Standar Kualitas Kasih yang Baru
- Melampaui Ukuran Diri Sendiri: Jika hukum yang lama mengajarkan “kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri”, Yesus memberikan perintah baru dalam Yohanes 13:34, yaitu “saling mengasihi sama seperti Aku telah mengasihi kamu”. Patokannya adalah kualitas kasih Kristus.
- Dimensi Kasih Kristus: Kasih yang harus diteladani memiliki dimensi yang sempurna: lebar (menjangkau semua orang tanpa membedakan status), panjang (tidak berkesudahan), tinggi (mengatasi segala akal), dan dalam (berakar kuat dan tidak tergoyahkan oleh situasi).
Yohanes 13:34 (TJB)
Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.
Fungsi dan Karakteristik Kasih
- Sebagai Pengikat yang Sempurna: Berdasarkan Kolose 3:14, kasih adalah pengikat yang mempersatukan jemaat/pasangan dan menyempurnakan setiap perbedaan serta kekurangan.
- Kasih itu Membutuhkan Bukti: Kasih sejati tidak hanya diwujudkan lewat kata-kata atau janji, melainkan melalui tindakan dan pembuktian nyata (seperti Allah yang membuktikan kasih-Nya dengan mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal).
- Kasih Harus Direspons: Respons terbaik terhadap kasih Allah yang begitu besar adalah dengan mendekatkan diri kepada-Nya (Yakobus 4:8) dan menyalurkan kasih tersebut kepada sesama.
Kolose 3:14 (TJB)
Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.
Yakobus 4:8 (TJB)
Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!
