Pdt. Paulus Pujianto, M.Th | Ibadah Raya | Minggu, 19 April 2026
Pendahuluan
- Tidak semua doa menggerakkan surga
- Tidak semua puasa menyentuh hati Tuhan
- Ada doa yang dijawab: ‘Ini Aku’
Ada doa yang hanya sampai di langit-langit, ada puasa yang hanya menahan lapar. Tapi ada juga yang:
- Menggerakkan hati Tuhan
- Mendatangkan terobosan rohani
Yesaya 58:6-9a (TJB)
6 Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk,
7 supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!
8 Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan Tuhan barisan belakangmu.
9 Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan Tuhan akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku!
Latar Belakang Teologis
Yesaya 58:3-4 (TJB)
3 ”Mengapa kami berpuasa dan Engkau tidak memperhatikannya juga? Mengapa kami merendahkan diri dan Engkau tidak mengindahkannya juga?” Sesungguhnya, pada hari puasamu engkau masih tetap mengurus urusanmu, dan kamu mendesak-desak semua buruhmu.
4 Sesungguhnya, kamu berpuasa sambil berbantah dan berkelahi serta memukul dengan tinju dengan tidak semena-mena. Dengan caramu berpuasa seperti sekarang ini suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi.
Penjelasan Teologis
Bangsa Israel rajin berpuasa, tapi hidup mereka tidak berubah.
- Masih sibuk mengurus urusannya sendiri
- Masih menindas
- Masih marah, suka berkelahi
- Masih hidup tidak benar
Puasa tanpa perubahan sikap hidup = ritual tanpa relasi.
Bagaimana puasa yang menyentuh hati Tuhan?
1. Dimulai dari Hati yang Benar
- Puasa bukan sekedar menahan lapar, tapi mengalami perubahan hati.
- Hati yang merendah menyentuh Tuhan
- Puasa tanpa pertobatan = ritual kosong
- Doa tanpa perubahan hidup = suara tanpa kuasa
- Puasa tanpa perbuatan kasih tidak menyentuh hati Tuhan.
Yunus 3:5, 10 (TJB)
5 Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa dan mereka, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung.
10 Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Ia pun tidak jadi melakukannya.
Ketika hati berubah, Tuhan berbelas kasihan, dan bertindak penuh kasih.
Sebelum minta Tuhan ubah keadaan, biarlah Tuhan ubah hati kita dulu.
2. Terlihat dalam Hidup Sehari-Hari
Matius 6:16-18 (TJB)
16 ”Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
17 Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,
18 supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”
Puasa tidak berhenti di doa… Puasa harus terlihat dalam hidup sehari-hari:
- Puasa mengubah karakter
- Lebih sabar dan mengasihi
- Bukan ritual kosong
3. Puasa Membuka Terobosan Tuhan
Ester 4:16 (TJB)
”Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangku pun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.”
Dalam Alkitab, puasa sering dilakukan ketika terjadi:
- Situasi yang krisis
- Peperangan Rohani
- Mencari arahan Tuhan.
Kesimpulan nya, puasa membuka:
- Terobosan dari jalan buntu
- Kemenangan rohani
- Menajamkan kepekaan roh
- Arahan/petunjuk dari Tuhan.
Tujuan Puasa
- Mencari Tuhan lebih dalam (Yeremia 29:13)
- Merendahkan diri di hadapan Tuhan (Mamur 35:13)
- Pertobatan & pemulihan hidup (Yoel 2:12-13)
- Mencari arah & kehendak Tuhan (Kisah Para Rasul 13:2)
- Menghadapi pergumulan & peperangan rohani (Matius 17:21)
Puasa bukan memaksa Tuhan, tapi puasa mempersiapkan kita untuk mengalami Tuhan.
Puasa bukan soal menyiksa tubuh, tapi memfokuskan hati kepada Tuhan
Jenis Puasa
1. puasa penuh
tidak makan tidak minum atau tidak makan tapi tetap minum; cocok untuk yang sudah terbiasa puasa.
- Menahan makan, tetap beraktivitas, focus kepada Tuhan
- Waktu: bisa jam 00.00 – 18.00 atau 06.00 – 18.00 atau dari makan malam sampai makan malam kembali
- Merendahkan diri, mengosongkan diri, mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh
- Bagi yang bekerja: tetap kerja normal, tapi kurangi aktivitas tidak penting, perbanyak doa dalam hati, jaga emosi & perkataan.
Puasa bukan soal seberapa kuat kita menahan lapar, tapi seberapa dalam kita mencari Tuhan.
2. puasa parsial
Seperti pola puasa Daniel.
Daniel 10:3 (TJB)
makanan yang sedap tidak kumakan, daging dan anggur tidak masuk ke dalam mulutku dan aku tidak berurap sampai berlalu tiga minggu penuh.
Bentuk:
- Tetap makan, tapi tidak makan makanan enak/mewah
- Tanpa daging, gorengan, dessert, kopi, makanan tertentu yang favorit/paling disukai
- Tidak jajan, tidak minum minuman manis
- Makan sederhana (misalnya nasi, sayur, buah)
Fokusnya bukan kenikmatan dan kenyang, tapi mengalami Tuhan dan melatih pengendalian diri.
3. Puasa Bertahap
Sangat cocok bagi Pemula, yang belum pernah puasa, atau yang punya maag ringan.
- Tidak makan 1 waktu, misalnya tidak sarapan pagi atau tidak makan siang. Tetap minum air putih
- Puasa dari jam 06.00 – 12.00
- Belajar menahan diri, dan mulai membangun waktu doa.
Tidak semua Jemaat harus langsung kuat puasa penuh. Kalau belum kuat, mulai saja sebisanya. Bisa setengah hari, bisa beberapa jam, lalu lanjut makan sederhana. Yang penting bukan lamanya, tapi kesungguhan kita mencari Tuhan.
4. Puasa Gaya Hidup
Menahan atau mengurangi hal-hal yang biasa kita nikmati atau yang sering menyita hati dan waktu kita, hal yang mengganggu fokus rohani, menghambat kedekatan kita dengan Tuhan; mengurangi distraksi hidup.
1 Korintus 6:12 (TJB)
Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun.
Contoh:
- Puasa menggunakan gadget/HP/media sosial (Instagram/Tiktok/Youtube)
- Puasa nonton hiburan/film
- Puasa main game
- Puasa waktu (bangun lebih pagi untuk doa)
Bagi yang sakit atau punya maag, jangan memaksakan puasa ekstrem. Alternatif yang aman:
- Puasa parsial: tetap makan, tapi makan makanan sederhana, kurangi porsi dan focus doa lebih banyak
- Tuhan tidak menuntut menyakiti tubuh
- Tubuh kita adalah bait Roh Kudus
Waktu Puasa
Tidak ada aturan baku yang kaku. Yang umum dipakai:
- Puasa 12 jam: 06.00 – 18.00
- Puasa 18 jam: 00.00 – 18.00
- Puasa 24 jam: dari makan malam ke makan malam
- Puasa 6 jam/setengah hari, bagi Pemula: 06.00 – 12.00
Apa yang Harus Dilakukan Saat Berpuasa?
- Perbanyak doa, bukan cuma tahan lapar
- Baca firman Tuhan, isi roh kita, bukan cuma kosongkan perut
- Intropeksi diri, Tuhan mau ubah hati kita
- Penyembahan, bangun keintiman dengan Tuhan
- Tindakan kasih (Yesaya 58:6-9)
Yesaya 58:6-9 (TJB)
6 Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk,
7 supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!
8 Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan Tuhan barisan belakangmu.
9 Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan Tuhan akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku! Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah,
Penutup
Tuhan tidak mencari yang kuat berpuasa, tapi yang lapar akan Tuhan.
