Tinjauan Alkitab Mengenai Tahun Baru Imlek

Pdt. Paulus Pujianto, M.Th | Ibadah Raya | Minggu, 26 Januari 2020

Ayat Bacaan : Roma 1:18-23 TJB

18 Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman.
19 Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka.
20 Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.
21 Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.
22 Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh.
23 Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar.

Latar Belakang:
GUO NIEN
GUO = Melewati
NIEN = Tahun
KIONG HIE = Selamat
FAT CHOI = Semoga cepat kaya
Mempunyai latar belakang yang bersifat mitos.

Kisah legenda selama 4.000 tahun tentang nien, seekor naga yang ganas, takut hawa panas dan sangat malas.
Tidur sampai setahun dan bangunnya pada waktu tengah malam menjelang tahun baru imlek.
Lapar, mencari makanan; makanan kesukaannya ialah manusia.
Manusia menjadi ketakutan. Jika bisa melewati dengan selamat, mereka menyebutnya sebagai “guo nien”. Setelah itu, saling mengucapkan “kiong hie”, karena sudah luput dari keganasan binatang naga tersebut.

Orang China kuno mempercayai bahwa nien/naga hanya dapat dibuat takut dengan warna merah dan/atau petasan yang diletuskan setiap hari raya imlek. Nien/naga sebagai simbol iblis/satan.
“dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut iblis atau satan, yang menyesatkan seluruh dunia….” (Wahyu 12:9a TJB)

Penggunaan warna merah untuk mengusir satan/naga mungkin awalnya terinspirasi dari korban darah (dalam Perjanjian Lama), yang mengacu kepada darah yesus (Perjanjian Baru).
“dan mereka mengalahkan dia (satan) oleh darah anak domba…” (Wahyu 12:11a TJB)

Masa sekarang, kata “guo nien” dan “kiong hiebukan lagi mempunyai makna mitos seperti dulu, melainkan dominan mengarah kepada yang bersifat material.
Karena itu, kata “kiong hie” sering ditambah dengan kata “fat choi”, yang artinya semoga cepat kaya.

Sejarahnya, Pada mulanya, seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya.
“adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya.” (Kejadian 11:1 TJB)
“….. Di situlah dikacaubalaukan tuhan bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan tuhan ke seluruh bumi.” (Kejadian 11:9 TJB)

Kepercayaan China

  1. China pernah mempercayai satu Allah
    Yang disebut mereka Shang Ti (Raja Sorga), sekitar 2.000 tahun sebelum masehi, selama 1.500 tahun bertahan, sebelum lahirnya Confucius (551-479 sebelum masehi) dan Buddha (563-483 sebelum masehi).
    Confucianisme adalah sistem etis dan moral, bukan benar-benar suatu agama. Budhisme dibawa ke China dari India.
  2. China pernah mempercayai banyak Allah
    Pengaruh dari kepercayaan confucianisme dan budhisme yang masuk ke cina.
    Baca kembali -> Roma 1:21-23 (TJB)
    21 Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.
    22 Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh.
    23 Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar.
  3. China pernah tidak mempercayai Allah
    1 Oktober 1949, Mao Tse Tung dan kekuatan Komunisnya menaklukkan China. Banyak misionaris asing melarikan diri dari China atau dibunuh oleh Komunis. Banyak orang China asli Kristen dibunuh atau melarikan diri ke Taiwan.
  4. China sekarang mulai kembali kepada satu Allah
    “Lihat, ada orang yang datang dari jauh, ada dari utara dan dari barat, dan ada dari tanah sinim.” (Yesaya 49:12 TJB)
    Beberapa teolog menafsirkan tanah sinim sebagai China.

China yang sekarang diperkirakan ada 1.000 orang menjadi Kristen setiap harinya. Sungguh suatu kebangunan rohani yang membanggakan!


Merayakan Tahun Baru Imlek, boleh atau tidak?

Merupakan perayaan keagamaan atau adat istiadat/tradisi/kebudayaan?
Tahun Baru Imlek sebagai perayaan adat istiadat/tradisi/kebudayaan China bukan keagamaan!

“dan di dalam agama yahudi aku jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku di antara bangsaku, sebagai orang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku.” (Galatia 1:14 TJB)

“Tetapi jawab yesus kepada mereka: “mengapa kamupun melanggar perintah allah demi adat istiadat nenek moyangmu?.” (Matius 15:3 TJB)


Jadi, boleh atau tidak nih?

  1. Boleh, sepanjang tidak merupakan kepercayaan atau bentuk penyembahan kepada ilah lain; tidak melanggar perintah & hukum tuhan.
  2. Boleh, sepanjang tidak melanggar etika dan moral dalam merayakannya.