Pdt. Paulus Pujianto, M.Th | Ibadah Kebangkitan Yesus | Minggu, 12 April 2020
Lukas 24:1-12 (TJB)
1 tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka.
2 Mereka mendapati batu sudah terguling dari kubur itu,
3 dan setelah masuk mereka tidak menemukan mayat Tuhan Yesus.
4 Sementara mereka berdiri termangu-mangu karena hal itu, tiba-tiba ada dua orang berdiri dekat mereka memakai pakaian yang berkilau-kilauan.
5 Mereka sangat ketakutan dan menundukkan kepala, tetapi kedua orang itu berkata kepada mereka: ”Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati?
6 Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea,
7 yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga.”
8 Maka teringatlah mereka akan perkataan Yesus itu.
9 Dan setelah mereka kembali dari kubur, mereka menceriterakan semuanya itu kepada kesebelas murid dan kepada semua saudara yang lain.
10 Perempuan-perempuan itu ialah Maria dari Magdala, dan Yohana, dan Maria ibu Yakobus. Dan perempuan-perempuan lain juga yang bersama-sama dengan mereka memberitahukannya kepada rasul-rasul.
11 Tetapi bagi mereka perkataan-perkataan itu seakan-akan omong kosong dan mereka tidak percaya kepada perempuan-perempuan itu.
12 Sungguhpun demikian Petrus bangun, lalu cepat-cepat pergi ke kubur itu. Ketika ia menjenguk ke dalam, ia melihat hanya kain kapan saja. Lalu ia pergi, dan ia bertanya dalam hatinya apa yang kiranya telah terjadi.
Menyelami Makna Kebangkitan Yesus di Tengah Ketidakpastian Dunia
Perayaan Paskah yang kita peringati setiap tahun sepatutnya tidak sekadar menjadi rutinitas kalender gerejawi belaka. Lebih dari itu, kebangkitan Yesus Kristus mengemban arti fundamental dan esensial yang harus benar-benar dipahami dan dihidupi oleh setiap orang percaya, terlebih saat diperhadapkan pada realitas dunia yang penuh dengan tantangan dan ketidakpastian.
Berlandaskan penelaahan Kitab Suci dalam Lukas 24:1-12, dikisahkan bagaimana para murid dan perempuan-perempuan setia bergegas menuju kubur Yesus pada pagi-pagi benar dengan membawa rempah-rempah yang telah mereka persiapkan. Namun, alih-alih mendapati mayat Guru mereka, mereka justru disambut oleh dua malaikat dengan pakaian berkilau yang melontarkan pertanyaan reflektif: “Mengapa kamu mencari Dia yang hidup di antara orang mati? Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit.”. Kisah ini membuka tabir dari tiga makna rohani yang sangat mendalam bagi kehidupan iman kita:
1. Pentingnya Memperhatikan Firman Tuhan dengan Sungguh-Sungguh
ering kali, kerohanian seorang Kristen mengalami stagnasi karena mereka sekadar mendengar firman tanpa memperhatikannya dengan sungguh-sungguh sehingga firman tersebut tidak berakar di dalam hati. Di dalam Yohanes 20:9 tercatat bahwa para murid belum mengerti isi Kitab Suci yang menyatakan bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati. Secara kognitif mereka pernah mendengar nubuat kebangkitan itu, namun fakta kematian jasmani yang mereka saksikan di atas kayu salib ternyata jauh lebih kuat memengaruhi pikiran mereka daripada kebenaran firman Tuhan yang pernah didengar.
Kondisi ini serupa dengan realitas kehidupan ketika manusia diperhadapkan pada krisis atau wabah penyakit. Fakta dunia berupa ancaman kesehatan, bayang-bayang penderitaan, dan berita kematian dengan mudah memicu kecemasan dan kepanikan yang masif. Pada saat-saat seperti itulah manusia kerap lupa bahwa tidak ada satu pun peristiwa di bawah kolong langit ini yang terjadi secara kebetulan atau berada di luar kendali kedaulatan Tuhan.
Tiga akibat fatal jika mengabaikan Firman Tuhan:
- Kesalahpahaman Aplikasi: Terjadinya kekeliruan dalam menerapkan kebenaran dalam praktika hidup sehari-hari.
- Iman yang Kerdil: Tanpa perhatian yang sungguh-sungguh, firman tidak akan mampu berakar secara mendalam, sehingga iman tidak dapat bertumbuh dewasa.
- Dikuasai Ketakutan: Ketika iman tidak bertumbuh, kehidupan kita akan terus-menerus diombang-ambingkan oleh kekhawatiran, kecemasan, dan ketakutan terhadap hari esok.
2. Kebangkitan Kristus Membuktikan Bahwa Firman Tuhan Pasti Digenapi
Peristiwa kubur yang kosong membuktikan secara mutlak bahwa Yesus Kristus adalah pribadi yang sepenuhnya dapat dipercaya. Setiap perkataan dan janji-janji yang tertulis di dalam firman Allah tidak akan pernah gagal. Sebagaimana ditegaskan dalam 1 Korintus 15:14 dan 17, andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan para rasul dan sia-sialah pula iman kepercayaan umat manusia.
Namun fakta rohani menegaskan bahwa Kristus benar-benar telah bangkit dari antara orang mati sebagai yang sulung (1 Korintus 15:20). Oleh karena itu, pilihan untuk hidup sebagai orang Kristiani sejati adalah keputusan yang tepat dan benar. Rekam jejak (track record) Yesus adalah sempurna; Firman-Nya adalah “Ya” dan “Amin”.
3. Kebangkitan Yesus Memberikan Pengharapan Masa Depan yang Pasti
Karena Kristus hidup, maka hari esok bagi orang percaya mengandung kepastian yang absolut. Firman Tuhan di dalam Amsal 23:18 menyatakan dengan tegas bahwa masa depan sungguh ada dan harapan kita tidak akan hilang. Ketika analisis manusia atau kondisi global meramalkan masa depan yang suram akibat krisis ekonomi maupun badai kehidupan lainnya, kebangkitan Yesus justru hadir sebagai jaminan masa depan yang cerah.
Allah memiliki rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan untuk memberikan hari depan yang penuh harapan (Yeremia 29:11). Berdiri di atas dasar kemenangan Kristus atas maut, kita dipanggil untuk tetap teguh, tidak goyah, dan terus giat dalam pekerjaan Tuhan, sebab kita tahu bahwa di dalam persekutuan dengan-Nya, jerih payah kita tidak pernah sia-sia.
Mari kita meresponi kebenaran Paskah ini dengan menaruh perhatian penuh kepada firman-Nya agar menjadi rhema yang menghidupkan rohani kita. Di tengah dunia yang tidak pasti, kita memiliki Allah yang memberikan kepastian. Tetaplah percaya, teguhkan iman, dan hiduplah dalam kemenangan-Nya yang gilang-gemilang. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.
