Laporan Pertanggungjawaban Iman: Mencapai Target Tuhan

Pdt. Paulus Pujianto, M.Th | Ibadah Tutup Tahun | Selasa, 31 Desember 2019

Menjelang pergantian tahun dari 2019 ke 2020, banyak orang sibuk merayakan malam tahun baru dengan berbagai hiburan yang disajikan di ibu kota. Namun, sebagai jemaat Tuhan, kita memilih hadir di rumah-Nya untuk merenungkan satu hal yang esensial: Laporan Pertanggungjawaban Hidup Kita di Hadapan Tuhan.

Firman Tuhan dalam Roma 14:12 mengingatkan kita:

Roma 14:12 (TJB)
Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.

Waktu dan kesempatan yang Tuhan berikan sepanjang tahun 2019 adalah sama bagi setiap kita. Pertanyaannya, bagaimanakah kita mengisi waktu-waktu tersebut? Apakah kita sudah mencapai target yang Tuhan tetapkan, atau kita masih sibuk dengan target duniawi?


Dua Sudut Pandang Keberhasilan: Dunia vs Tuhan

Lukas 10:17-20 (TJB)
17 Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: ”Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu.”
18 Lalu kata Yesus kepada mereka: ”Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.
19 Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.
20 Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.”

Dalam Lukas 10:17-20, dikisahkan bagaimana 70 murid yang diutus Yesus kembali dengan kegembiraan yang meluap-luap. Mereka bangga karena berhasil mengusir setan-setan dan melakukan mukjizat demi nama Yesus. Keberhasilan pelayanan mereka sangat luar biasa hingga Yesus berkata bahwa Ia melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.

Namun, di tengah sukacita keberhasilan yang besar itu, Yesus memberikan sebuah teguran sekaligus arahan yang mendalam di ayat 20:
Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu terdaftar di sorga.

Di sinilah letak perbedaan persepsi yang besar antara manusia dan Tuhan:

  • Keberhasilan Dunia: Sering kali diukur dari pencapaian materi, bonus akhir tahun, naik jabatan, kepemilikan aset, atau bahkan keberhasilan pelayanan yang terlihat kasat mata.
  • Keberhasilan Sejati menurut Tuhan: Bukan seberapa banyak harta yang kita kumpulkan, karena semua itu tidak akan bisa kita bawa saat menghadap Sang Pencipta. Target utama Tuhan adalah memastikan bahwa nama kita terdaftar di dalam Kitab Kehidupan di Surga (Wahyu 20:15).

Wahyu 20:15 (TJB)
Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.


Keseimbangan Hidup: Sukses di Bumi, Terdaftar di Surga

Mengejar keberhasilan di dunia untuk mencukupi kebutuhan keluarga dan masa depan anak-anak adalah hal yang baik dan diperlukan. Namun, jika kita mengabaikan kehidupan kekal dan persiapan rohani kita, maka alangkah tidak bijak nya kita.

Sama seperti sebuah undian berhadiah; tidak ada gunanya kita memegang nomor undian jika nomor tersebut tidak pernah dimasukkan ke dalam kotak undian. Sebaliknya, tidak ada gunanya juga nomor kita ada di dalam kotak jika kita sendiri tidak memegang buktinya. Tuhan menginginkan adanya keseimbangan hidup. Kita bekerja keras di dunia, namun prioritas utama kita tetaplah hidup yang tertuju pada kekekalan.


Berkomitmen di Lembaran Baru 2020

Tahun 2019 akan segera berlalu menjadi catatan sejarah. Setiap kegagalan, kekurangan, dan catatan kelam di masa lalu tidak akan pernah kembali lagi. Di ambang tahun yang baru, Tuhan menawarkan sebuah lembaran putih yang bersih bagi kita semua.

Mari kita membangun komitmen baru di tahun yang baru:

  1. Perbaiki Prioritas Hidup: Tempatkan Tuhan sebagai yang terutama. Jangan biarkan kesibukan dunia mengikis waktu ibadah dan keintiman kita dengan-Nya.
  2. Bertanding dalam Iman yang Benar: Sesuai dengan 1 Timotius 6:12 yang tertulis “Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi“, mari kita bertanding dalam pertandingan iman yang benar untuk merebut hidup yang kekal.
  3. Setia Sampai Akhir: Teruslah mengasihi Tuhan dengan kasih yang mula-mula agar nama kita tetap terukir indah di dalam Kitab Kehidupan dan tidak pernah dihapus.

Sebab pada akhirnya, sukacita dan kebahagiaan sejati bukanlah apa yang ditawarkan oleh dunia hiburan, melainkan kepastian bahwa kita adalah warga Kerajaan Surga yang dikasihi-Nya.

Selamat Memasuki Tahun Baru 2020. Tuhan Yesus Memberkati.