Jangan Lewatkan Kesempatan

Pdt. Paulus Pujianto, M.Th | Ibadah Raya | Minggu, 06 September 2026

Markus 14:3-9 (TJB)
3 Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus.
4 Ada orang yang menjadi gusar dan berkata seorang kepada yang lain: ”Untuk apa pemborosan minyak narwastu ini?
5 Sebab minyak ini dapat dijual tiga ratus dinar lebih dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin.” Lalu mereka memarahi perempuan itu.
6 Tetapi Yesus berkata: ”Biarkanlah dia. Mengapa kamu menyusahkan dia? Ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku.
7 Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, dan kamu dapat menolong mereka, bilamana kamu menghendakinya, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu.
8 Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya. Tubuh-Ku telah diminyakinya sebagai persiapan untuk penguburan-Ku.
9 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.”

Galatia 6:10 (TJB)
Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.


Dalam Markus 14:3–9, diceritakan kisah seorang wanita (Maria dari Betania) yang datang memecahkan buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang sangat mahal harganya, lalu mencurahkannya ke atas kepala Yesus. Di mata orang banyak perbuatan itu dipandang sebagai pemborosan, tetapi di mata Tuhan, wanita ini mengerti nilai sebuah kesempatan emas yang tidak akan terulang kembali.

Melalui firman Tuhan ini, ada tiga kebenaran penting yang perlu kita renungkan bersama:


1. Menyadari Bahwa Masa Hidup Manusia Terbatas

Waktu bergerak begitu cepat dan tidak pernah menunggu siapa pun. Pemazmur menuliskan bahwa masa hidup manusia sangat singkat (Mazmur 90:10), dan ada waktu untuk segala sesuatu di bawah langit (Pengkhotbah 3:1).

Selagi Tuhan masih menganugerahkan nafas hidup, kesehatan, dan kekuatan, marilah kita mengisinya dengan perkara-perkara yang berbobot kekal. Prinsip hidup orang percaya haruslah sejalan dengan kerinduan Rasul Paulus: “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan… bekerja memberi buah” (Filipi 1:21–22).


2. Menggunakan Kesempatan untuk Mendapat Perkenanan Tuhan

Maria mengerti bahwa kesempatan bersama Yesus tidak selamanya ada secara fisik di dunia. Ia memilih memberikan yang terbaik tanpa menunda-nunda.

  • Fokus kepada Perkenanan Allah, Bukan Suara Manusia: Ketika Maria berkorban, orang di sekitarnya mencela dan mengkritik. Namun ia tidak goyah oleh opini manusia.
  • Memberi Apa yang Dapat Dilakukan: Yesus membelanya dengan berkata, “Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya.” Jangan tunggu berlimpah atau sempurna untuk melayani dan berbuat baik; persembahkanlah apa yang ada di tangan kita hari ini demi menyenangkan hati Tuhan.


3. Meninggalkan Jejak Teladan yang Terpuji

Tuhan Yesus menyatakan bahwa di mana pun Injil diberitakan, apa yang dilakukan wanita itu akan selalu dikenang (Markus 14:9).

Saat kelak perjalanan hidup kita di dunia ini usai, yang tertinggal bukanlah kekayaan, status, atau harta materi kita, melainkan warisan iman, teladan kasih, dan pengorbanan yang kita dedikasikan bagi Tuhan dan sesama. Milikilah inisiatif untuk menjadi berkat dan tinggalkanlah nama baik yang memuliakan Bapa di sorga.