Kualitas Hidup yang Berubah dan Bertumbuh Menjelang Akhir Zaman

Pdt. Dr. Buyung Kosa Putera, S.Kom | Ibadah Raya | Minggu, 23 Februari 2020

Dunia yang kita tinggali saat ini sedang tidak baik-baik saja. Berbagai peristiwa global, mulai dari bencana alam yang kian sering terjadi, merebaknya wabah penyakit, hingga meningkatnya kedurhakaan di tengah masyarakat, menjadi alarm pembawa pesan yang jelas: bumi ini sudah semakin tua. Fenomena-fenomena ini bukanlah kebetulan, melainkan tanda-tanda nyata dari akhir zaman yang sekaligus mengingatkan kita bahwa bumi bukanlah rumah abadi bagi umat manusia.

Di tengah situasi dunia yang semakin tidak nyaman, setiap orang percaya dipanggil untuk merenungkan kembali status dan fungsi hidupnya. Kita semua adalah utusan Kristus yang ditempatkan di dunia ini dengan misi yang mulia. Sebagai utusan-Nya, setiap aspek kehidupan kita, mulai dari pikiran, perkataan, hingga tindakan sehari-hari harus mencerminkan karakter Kristus dan selalu berorientasi pada Kerajaan Surga.


Bukan Sekedar Kristen KTP

Menjadi pengikut Kristus sejati tidak bisa diukur dari simbol lahiriah semata. Memakai atribut salib atau sekadar mencantumkan identitas agama di KTP tidak serta-merta membuat seseorang menjadi Kristen yang berkenan di hadapan Tuhan. Menjadi Kristen sejati menuntut sebuah tindakan nyata, yaitu kesediaan untuk menyalibkan keinginan daging dan ego pribadi, serta menyelaraskan seluruh gaya hidup kita dengan teladan yang telah ditinggalkan oleh Yesus.

Salah satu area krusial yang perlu dibenahi adalah cara kita berkomunikasi. Manusia sering kali terjebak dalam kebiasaan buruk: berbicara lebih cepat daripada berpikir. Akibatnya, perkataan kita kerap kali melukai hati orang-orang terdekat, seperti suami, istri, anak, atau orang tua. Di masa-masa yang sulit ini, kita dituntut untuk lebih bijaksana, mampu mengerem ucapan, melatih kesabaran, dan berhenti mengeluh atas keadaan yang tidak sesuai dengan keinginan kita.


Memahami Maksud Tuhan di Balik Masalah

Tuhan tidak pernah menjanjikan kehidupan yang bebas dari badai. Sering kali, Dia mengizinkan masalah, tantangan, dan gesekan terjadi dalam hidup kita. Namun, penting untuk dipahami bahwa semua itu diizinkan bukan untuk menghancurkan hidup kita, melainkan sebagai wadah ujian untuk memurnikan kualitas iman. Melalui penderitaan dan persoalan itulah karakter-karakter buruk kita dikikis, sehingga manusia batiniah kita dapat terus bertumbuh dan semakin serupa dengan gambaran Kristus.


Panggilan untuk Berubah Sekarang

Waktu yang kita miliki di dunia ini sangatlah terbatas dan misterius; kematian bisa menjemput siapa saja tanpa memandang usia atau kesiapan. Oleh karena itu, mari kita pergunakan sisa waktu yang ada dengan bijaksana. Jangan lagi menaruh hati dan cinta kita pada hal-hal duniawi yang fana.

Sekarang adalah momentum bagi kita semua untuk mengalami perubahan kualitas hidup yang radikal. Mari kita fokus melakukan kehendak Bapa di surga, agar pada saat hari-Nya tiba atau ketika kita dipanggil pulang, kita kedapatan sebagai hamba yang setia dan berkenan di hadapan-Nya. Amin.