Pdt. Paulus Pujianto, M.Th | Ibadah Raya | Minggu, 02 Februari 2020
Ayat Bacaan : Wahyu 4:11 (TJB), Yesaya 43:7 (TJB)
“Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan.” (Wahyu 4:11 TJB)
“Semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan!” (Yesaya 43:7 TJB)
Kita ada bukan suatu kebetulan, kita diciptakan atas kehendak-Nya untuk sebuah tujuan, yaitu untuk kemuliaan Tuhan.
Karena itu, kita harus:
- Berfungsi sesuai dengan tujuan pencipta
Apakah hidup kita telah mendatangkan kemuliaan bagi Sang Pencipta, sesuai dengan peruntukannya/tujuannya?
“Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: “Yang begini belum pernah kita lihat.” (Markus 2:12 TJB) - Bermanfaat bagi orang lain
Makna dari kehidupan bukan terletak pada seberapa bernilainya diri kita, tetapi seberapa besar bermanfaatnya kita bagi orang lain. Jika keberadaan kita dapat menjadi berkah bagi banyak orang, barulah kita benar- benar bernilai.
“Tetapi Petrus berkata: “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!“ (Kisah Para Rasul 3:6 TJB) - Menghidupi keberadaan kita sebagai ciptaan Tuhan yang baik dan sempurna
“Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.” (Matius 7:17 TJB)
“Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” (Efesus 2:10 TJB)
